DURIAN LOLONG (PEKALONGAN)



DURIAN LOLONG (PEKALONGAN)
ENAKNYA KAYAK ADA PAHIT PAHITNYA GITU

Bagi anda yang berkunjung ke kota Pekalongan tidak lengkap rasanya kalau tidak mencicipi buah asli khas Pekalongan yaitu Durian. Buah yang dijuluki sebagai raja buah ini tumbuh subur di wilayah Pekalongan terutama di Kabupaten Pekalongan. Diantaranya tersebar di beberapa kecamatan seperti Karanganyar, Doro, Kajen, Talun dan daerah lain di selatan kota Batik ini.
Wilayah kabupaten Pekalongan secara geografis merupakan daerah tropis yang sangat kaya akan potensi tanaman buah. Hampir setiap pekarangan dan kebun ditanami berbagai jenis tanaman buah.
Durian merupakan salah satu komoditas buah unggulan Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan data angka Kabupaten Pekalongan, produksi durian tahun 2017 mencapai 141.580 kuintal, dengan produktivitas 95,02 kg per pohon.
Sedangkan pada tahun 2018 triwulan II sebanyak 584 kuintal dengan produktivitas 13,68 kg per pohon.
Dalam rangka meningkatkan produksi dan mutu durian, Direktorat Jenderal Hortikultura memfasilitasi pengembangan durian lokal yang berdaya saing di wilayah sentra dengan model pengembangan kawasan.
Caranya dengan memfasilitasi penggunaan benih durian bermutu, diiringi oleh penanganan budidaya dan pascapanen yang baik dan benar. “Sehingga produk yang dihasilkan memiliki kuantitas dan kualitas yang tinggi,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi di Jakarta, Selasa (28/8).
Suwandi menjelaskan, pengembangan kawasan dari dana APBN mulai tahun 2011 hingga 2018. Totalnya seluas 3.713 Ha yg tersebar didaerah sentra-sentra utama. “125 ha diantaranya dikembangkan di Provinsi Jateng,” tambah dia.
Khusus di Pekalongan, salah satu durian yang menjadi komoditas unggulan adalah Durian Lolong. Durian yang mempunyai rasa khas seperti manis, legit, gurih dan ada pahitnya.
Durian Lolong adalah durian lokal yang ditanam secara turun temurun di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Kebun durian di Kabupaten Pekalongan banyak terdapat di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Talun, Kecamatan Doro, Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Kajen namun durian Lolong banyak terdapat di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar.
Berdasarkan data angka Kabupaten Pekalongan, jumlah tanaman menghasilkan pada tahun 2017 sebanyak 149.008 pohon, dan pada tahun 2018 triwulan II sebanyak 4.268 pohon.
Tanaman yang berproduksi pada triwulan II berada di kecamatan Paninggaran, Lebakbarang, Wonopringgo dan Kedungwuni. Jarak tanam yang digunakan adalah 10×10 dengan populasi 100 pohon/ha. Panen terjadi pada bulan Januari-Maret.
Menurut Imam Fadholi, salah seorang penyuluh pertanian di Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu yang lalu durian lolong ini dijual kepada tengkulak secara pikulan. Harganya Rp. 25.000 per butir.
“Mereka menjual ke Jakarta, Bandung, Semarang, dan di Kabupaten Pekalongan itu sendiri,” jelas dia.
Namun setelah pengembangan dan bantuan pemerintah, kondisi itu berubah. Kini para konsumen datang sendiri ke Desa Lolong untuk menikmati durian secara langsung di kebun.
“Bahkan pemain sepak bola terkenal seperti Bambang Pamungkas dan George Nkolo pun pernah datang ke Desa Lolong untuk menikmati durian yang lezat tersebut,” ungkapnya.
Imam berharap durian lokal yang belum disertifikasi bisa segera ditindaklanjuti, agar diakui secara nasional. “Sehingga durian tersebut dapat terus dikembangkan untuk mendapatkan mutu dan jumlah hasil panen yang lebih baik. Termasuk bisa menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Kali ini penulis akan menceritakan pengalaman pribadi makan durian yang enak didaerah kecamatan Doro kabupaten Pekalongan. Doro sendiri sudah terkenal sebagai penghasil buah durian lokal yang enak-enak. Hal tersebut bisa dilihat dari kontes durian yang diadakan untuk level kabupaten, selama 4 tahun terakhir durian asal dari Doro lah yang menjadi langganan pemenangnya. Baik itu juara 1, 2 maupun 3 bahkan pada tahun 2014 kalau tidak salah semua juara di borong dari daerah Doro.

Nah tidak udah panjang lebar, bagi yang ingin menikmati "makan durian" matang pohon disarankan untuk menggunjungi 
Waryo Durian. Disana menyediakan berbagai macam durian matang pohon unggulan yang berasal dari sekitar desa lemah abang Doro. Durian yang lezat enak dan tentunya matang pohon menjadi andalah di Waryo Durian bisa dilihat di google map.
FESTIVAL DURIAN LOLONG DIGELAR TAHUNAN.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya festival durian akan digelar di Obyek Wisata Desa Lolong Kecamatan Karangannyar Kabupaten Pekalongan.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan Ir. M. Bambang Irianto, M.Si menuturkan pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk ke festival. “Festival akan dibuka pukul 07.00 WIB dengan kirab 10 gunungan durian dari 10 kecamatan penghasil durian di Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.

Bambang menambahkan akan ada kontes durian, yang akan di tempatkan di Bumi Perkemahan Lolong. “Kami menargetkan pengunjung yang datang mencapai 15 ribu, selain bisa menikmati durian pengunjung juga bisa berwisata dengan berbagai wahana seperti arum jeram,” imbuhnya.

Sementara itu, Mujahidin satu di antara panitia festival menerangkan, nantinya 1.000 buah durian dari petani Desa Lolong akan dibagikan kepada pengunjung. “Pedagang durian juga menyediakan paket buah durian yang bisa dibeli dengan harga Rp 100 ribu yang berisi 3 hingga 4 buah durian,” jelasnya, Jumat (25/1/2019) di kantornya.

Ia menambahkan, pihak panitia menyediakan 5.000 durian yang digelar dalam bazar. “Pengalaman tahun lalu 2.000 durian dari pedagang habis diborong pengunjung,” katanya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)



Related Posts

There is no other posts in this category.

Post a Comment

Translate

Subscribe Our Newsletter